6/18/20

Danau Laet, Objek Wisata Baru Yang Menyimpan Banyak Potensi

Danau Laet, Objek Wisata Baru Yang Menyimpan Banyak Potensi

Sebuah Blog Pribadi Natalius Abidin

Konten [Tampil]
Wisata di Kalimantan Barat saat ini cukup menggeliat, hal ini tercermin dari banyaknya pengelolaan objek-objek wisata yang mulai terencana rapi, pembukaan objek-objek wisata baru, baik objek wisata alami seperti perbukitan, danau, serta air terjun, maupun objek buatan berupa taman dan kolam renang.

Satu diantara objek wisata baru tersebut adalah Wisata Danau Laet, sebuah objek wisata yang terletak di Desa Subah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.
Danau-laet-dari-atas
gambar: kataomed.com
Sebuah pemandangan alami bercampur dengan objek buatan menjadikan tempat wisata yang satu ini kini cukup ramai diminati oleh para pengunjung, baik itu dari Kabupaten Sanggau dan Kalimantan Barat, maupun dari luar Kalbar.

Potensi Danau Laet

Danau Laet terletak di Desa Subah dengan jarak lebih kurang 30 km dari Kota Tayan. Danau Laet termasuk danau musiman dan memiliki aliran inlet dan outlet yang sama yang berasal dari aliran Sungai Cempedek, yang merupakan anak Sungai Kapuas.

Danau Laet adalah sebuah danau tadah hujan dengan luas areal yang mencapai 800 Ha, serta kedalaman sampai pada 4,5 meter.

Sekitar 12 pulau ada di tengah Danau ini, serta adanya fenomena alam air pasang surut menjadi sebuah keunikan tersendiri  Danau Lat.

Karena begitu luas dan uniknya danau ini menyimpan berbagai potensi alam yang melimpah serta dapat menjadi nilai tambah bagi danau yang eksotis ini.

1.Ikan Air Tawar

Potensi yang ada di Danau Laet diantaranya melimpahnya jenis ikan air tawar yang hidp di danau ini, diantara yang banyak di jumpai adalah ikan toman (SnakeHead Fish), ikan biawan, ikan sepat, serta jenis ikan yang dibudidaya penduduk setempat seperti ikan nila dan ikan mas.
Toman-snakehead-fish
gambar: reelmancing.com
Mayoritas penduduk di sekitar Danau ini pekerjaan utamanya selain sebagai petani juga sebagai nelayan ikan air tawar.

Bagi yang hobi memancing, spot Danau Laet juga layak dijadikan tempat memancing favorit, sensasi tarikan Giant Snakehead begitu memancing adrenalin para penghobi memancing.

2.Bahan Baku Air Tawar

Potensi Danau Laet lainnya adalah sebagai penyedia atau cadangan Bahan Baku Air Tawar. Sebagai danau tadah hujan, dan dengan luasan yang cukup besar Danau Laet dapat menyediakan cadangan air tawar yang siap diolah menjadi air konsumsi ataupun air yang akan memenuhi kebutuhan dasar manusia atau penduduk di Kalimantan Barat pada umumnya.

3.Wisata

Potensi wisata inilah yang sedang gencar-gencarnya dibangun oleh Pemerintah Desa Subah Kecamatan Tayan Hilir, Sanggau. Pengelola Wisata Danau Laet juga dipercayakan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Subah.

Selain potensi alami yang menawarkan keindahan secara khusus, Danau Laet juga telah dibangun sebuah objek wisata dengan berbagai fasilitas dan layanan yang dapat dinikmati oleh para pengunjung yang datang kesini.

Akses Ke Danau Laet

Untuk dapat berlibur atau mengunjungi Danau Laet, kita dapat menggunakan kendaraan jenis Roda empat maupun roda dua, berjarak lebih kurang 70 Kilometer dari Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak.

Jika pengunjung datang dari arah Pontianak, setelah memasuki wilayah Kecamatan Tayan Hilir, pengunjung bisa menemukan sebuah persimpangan (Kanan Jalan) dengan sebuah tugu berwarna biru tepat berada di persimpangannya.

Masuk ke dalam menuju objek wisata Danau Laet, pengunjung disuguhkan dengan perjalanan melewati perbukitan dengan dasar jalan masih tanah merah (laterit) dan tanah kuning, akan tetapi sudah bisa menggunakan kendaraan roda empat.

Biaya Ke Danau Laet

Sebagai objek wisata, pengelola tentunya mematok beberapa biaya bagi para pengunjung yang datang dan menikmati berbagai fasilitas dan pelayanan yang ada agar dapat menikmati atau masuk ke dalam objek wisata ini, berikut detil biaya yang harus dikeluarkan pengunjung :

  • Parkir Motor Rp.3000,-
  • Parkir Mobil Rp.6000,-
  • Retribusi Kemah Rp.150.000,-/Kelompok Max.20 orang/malam
  • Retribusi Lesehan Rp.10.000,-/Jam
  • Paket Keliling Danau Rp.150.000,-/Ret (Speed Boat 2pk)
  • Paket Keliling Danau Rp.250.000,-/Ret (Speed Boat 15pk)
  • Paket Mancing Rp.250.000,-/Ret (Speed Boat 2pk)
  • Paket Mancing Rp.350.000,-/Ret (Speed Boat 15pk)
  • Syuting Video Rp.500.000,-
  • Sewa Sampan Rp.20.000,-/rekreasi
  • Sewa Sampan Rp.30.000,-/mancing HTM
  • Jembatan Suak Oyek Rp.5.000,-/orang
Namun biaya-biaya tersebut bisa saja berubah atau tidak sama seperti yang saya tuliskan diatas, penetapan biaya tersebut dilakukan oleh pengelola objek wisata Danau Laet.

Fasilitas Di Danau Laet

Objek Wisata Danau Laet telah menyediakan berbagai fasilitas guna untuk menarik minat pengunjung dan memanjakan pengunjung yang mengunjungi Danau Laet, seperti tempat parkir, sarana MCK, kantin, tempat berkemah, saung-saung tempat lesehan atau pengunjung beristirahat, maupun fasilitas-fasilitas lainnya sebagai penunjang Objek Wisata.

1.Spot Foto

Jembatan-Suak-Oyek-Danau-Laet
gambar: sitimustiani.com
Spot-Foto-di-Danau-Laet
gambar: Facebook Danau Laet Zona1
Ada berbagai Spot yang memang dikhususkan bagi penggemar swafoto, atau untuk sekedar mengabadikan momen berlibur yang dibuat oleh pengelola beberapa diantaranya adalah Jembatan Suak Oyek dan Wahana yang berbentuk hati ( Love)

2.Sewa Sampan

Bagi pengunjung yang ingin berkeliling menikmati keindahan danau dari dekat, atau bahkan bagi para penghobi memancing, pengunjung dapat menggunakan sampan/perahu dengan membayar sewa kepada pengelola Danau Laet maupun kepada warga setempat yang menyediakan sampannya.

3.Tempat Berkemah

Tempat berkemah yang ada di Danau Laet disediakan bagi pengunjung yang ingin bermalam, atau kelompok maupun organisasi yang akan mengadakan kegiatan di Danau Laet, pengelola menyediakan tempat khusus. Selain tempat pengelola juga dapat memfasilitasi kegiatan berkemah para pengunjung, seperti tenda, perapian, maupun energi listrik.

4.Tempat Bermalam

Tempat bermalam di Danau Laet juga ada, namun bukan seperti Hotel ataupun penginapan, melainkan berupa saung atau pondok kecil yang dapat digunakan pengunjung untuk dapat melepas penat sembari menikmati malam dengan nuansa alam.

Danau laet saat ini sudah dikembangkan sebagai objek wisata baru, sehingga nama objek wisata yang satu ini sudah terdengar seantero Kalimantan Barat. Pengunjung yang datangun ratusan bahkan ribuan orang per hari, apalagi saat weekend, atau hari libur, jumlah pengunjung bisa membludak.

Namun dengan telah dikelola sebagai tempat wisata, keasrian dan kealamian Danau Laet tetap dijaga oleh pengelola maupun penduduk setempat.

Namun saya juga berharap, keasrian dan alaminya Danau Laet harus tetap dijaga, sebab dengan tetap terjaga asri dan alami dapat menjaga potensi-potensi alam yang ada di danau ini, potensi tersebutlah yang menjadi daya tarik danau ini.