6/13/20

Ngeblog Tidak Cuma Modal Dengkul Saja

Siapa bilang ngeblog tak butuh modal? Ada sebuah pendapat yang mengatakan jika ngeblog adalah kerjaan yang cuma modal dengkul. Walaupun sebagai blogger pemula, saya sangat tidak sependapat dengan pernyataan yang dilontarkan oleh orang lain yang mengatakan jika ngeblog cuma modal dengkul saja

Daftar Isi : [Klik untuk menampilkan]
Ngeblog-Butuh-Uang

Siapa bilang ngeblog tak butuh modal? Ada sebuah pendapat yang mengatakan jika ngeblog adalah kerjaan yang cuma modal dengkul. Walaupun sebagai blogger pemula, saya sangat tidak sependapat dengan pernyataan yang dilontarkan oleh orang lain yang mengatakan jika ngeblog cuma modal dengkul saja, alias tak membutuhkan modal sama sekali untuk membangun sebuah blog.

Modal Ngeblog bisa diartikan tidak hanya terkait soal uang atau materi saja, akan tetapi modal mencakup segala aspek termasuk niatan, maupun kemampuan menulis. Betul, bermodalkan niat dan tekad yang kuat serta kemampuan menulis yang mumpuni seseorang sudah bisa menjadi seorang blogger, namun apakah cukup hanya itu?

Membangun Sebuah Blog = Keluar Modal Lebih Dahulu

Membangun atau membuat blog memang bisa tanpa modal sama sekali, cukup mendaftarkan diri di berbagai platform penyedia layanan blog kita sudah punya sebuah blog.

Tepat, akan tetapi apakah sudah punya blog berarti kita membangun sebuah blog?

Ibarat membangun sebuah lokasi wisata, kita sudah mempunyai sebuah kawasan yang cantik, anugerah dari Tuhan, akan tetapi proses pembangunan objek wisata tersebu masih teramat panjang, dan masih  membutuhkan berbagai daya dan upaya serta biaya agar jadi sebuah objek wisata yang cantik, dan layak serta menarik untuk dikunjungi oleh ratusan, ribuan bahkan jutaan pengunjung.

Sama halnya dengan ngeblog, kita membuat sebuah blog di platform gratisan adalah sebuah anugerah karena kita berkesempatan untuk membangunnya agar layak dan menarik untuk disinggahi, dibaca, dan pengunjung betah berlama-lama nongkrong di blog kita.

Sebuah blog gratisan tentunya kurang dipercaya oleh pengunjung, walaupun blog kita menempati halaman pertama di mesin pencari saat calon pengunjung mencari tahu sesuatu, mereka pastinya akan lebih memilih untuk mengklik website atau blog yang menggunakan Top Level Domain (TLD) alias bukan yang memiliki embel-embel gratisan.

Memiliki domain khusus tanpa embel-embel seperti namasaya.blogspot.com, namasaya.wordpress.com maupun yang lainnya tentunya harus mengeluarkan modal, karena kita harus membayar agar memiliki domain tersebut.

Namun tenang dulu, karena untuk memiliki domain khusus (TLD) modal yang dikeluarkan tidaklah begitu besar, banyak pilihan ekstensi domain seperti .com, .net, .id, .my.id ataupun yang lainnya dengan harga terjangkau mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu per tahunnya. Iya per tahun, karena kita membayar sebuah domain minimal untuk 1 tahun.

Sudah keluar modal bukan? boleh saja kita memilih untuk masih menggunakan blog gratisan, tapi menyangkut soal kredibilitas blog kita di mata pengunjung/pembaca.

Biaya Lainnya

Ada lagi biaya lainnya? Ya, pasti ada.

Kita memang bisa hanya membeli custom domain saja akan tetapi blog kita masih numpang lho. Kok bisa?

Blog saya ini numpang di Google, kapanpun dia mau blog saya bisa lenyap dari ranah dunia maya ini, sebab blog saya ini hanya menggunakan Custom Domain. Semua file, gambar, teks, dan lain-lain yang saya gunakan di blog ini saya simpan di servernya google.

Blog atau website membutuhkan sebuah tempat untuk menyimpan semua file, gambar, dan yang lainnya, agar saat pengunjung membuka alamat blog kita atau memanggil file tersebut bisa membaca dan menikmatinya.

Seorang blogger bisa saja menggunakan sebuah harddrive komputer sendiri di rumah untuk menyimpan semua berkas blog miliknya, namun apakah mampu komputer kita tersebut terus menyala selama 24 jam selama seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya?

Nah untuk menyimpan semuanya seorang blogger membutuhkan sebuah Server atau Hosting agar blog selalu online dan bisa diakses kapanpun, namun tentunya ada biaya yang dikeluarkan untuk jasa sewa sebuah hosting, yang biasanya dibayar per bulan, atau bisa juga kita bayar per tahun sekaligus.

Biaya-biaya awal inilah yang mesti dibayar oleh seorang blogger dalam membangun sebuah blog miliknya, bukan perkara modal dengkul saja untuk dapat membangun sebuah blog.

Namun semuanya tergantung pada pilihan masing-masing tetap menggunakan blog gratisan yang kurang kredibel di mata pengunjung, atau ingin meraih kepercayaan tersebut?

Lalu masih mau mengatakan cuma modal dengkul, saat kamu menulis di blog gratis tersebut meneguk secangkir kopi di sebuah kedai kopi yang menyediakan fasilitas koneksi internet gratis? 

Atau saat kamu menulis sambil minum kopi buatan ibu atau istri dengan koneksi internet yang tagihannya dibayar setiap bulan? 
Ngeblog Tidak Cuma Modal Dengkul Saja
4/ 5
By

1 comment


EmoticonEmoticon